Artikel
Anak Tanggap

Fase posesif merupakan tahap perkembangan yang normal. Karena di fase ini balita belajar untuk memahami konsep kepemilikan, ikatan, dan identitas dirinya.

Fase ini biasanya dimulai sejak anak berusia 18 bulan hingga 4 tahun. Pada usia tersebut, balita menyadari bahwa ia bisa mengklaim suatu barang atau orang sebagai miliknya dengan kata-kata seperti, “Ini punyaku!”.  Tidak perlu kaget ya Moms, kalau anak akan mengklaim semua benda yang ia sukai sebagai miliknya.

Untuk menghadapi anak posesif, ini hal yang perlu dilakukan.

 

Ajarkan anak berbagi

Sejak dini si kecil perlu mengenal arti berbagi. Caranya bisa dimulai dengan melatih anak untuk berbagi dengan orangtuanya sendiri. Misal, berbagi makanan dengan Moms.

Cara ini akan lebih mudah untuk dilakukan, karena mereka tahu kita tidak akan mengambil lebih banyak dari yang ia miliki.

Belajar mau meminjamkan mainan

Minta si kecil untuk meminjamkan barang-barang yang mereka miliki. Misalnya buku cerita, lego, krayon, dan lain-lain. Untuk mereka, berbagi hal-hal yang jumlahnya banyak tentu akan lebih mudah. Si kecil jadi tidak merasa miliknya akan hilang.

Biarkan anak banyak bermain di luar rumah

Yuk, ajak si kecil untuk main di luar. Ini adalah tempat terbaik untuk anak belajar bersosialisasi, berbagi mainan, dan main bergantian bersama dengan teman-temannya.

Bila anak mau membawa mainan sendiri dari rumah, mintalah untuk menyisihkan setidaknya satu mainan yang boleh dipinjamkan pada orang lain.

Lakukan cara ini berulang-ulang karena si kecil tidak akan selamanya posesif, tahap ini akan berlalu seiring bertambahnya usia anak.

 

Untuk mendukung anak melalui fase posesif, Moms juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi si kecil ya. Sajikan dua gelas Susu Bubuk INDOMILK sehari.  Kandungan Omega 3 (DHA & EPA) Vitamin dan Mineral akan membantu si kecil tumbuh tinggi, tangguh dan tanggap.