Artikel
Anak Tinggi

Moms, pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh anak yang secara kuantitatif dapat diukur. Banyak yang memengaruhi pertumbuhan seorang anak. Salah satunya adalah hormon. Hormon pertumbuhan atau growth hormone diproduksi secara alami oleh kelenjar pituary (hipofisis), yang merupakan struktur kecil di dasar otak.  Ada  pula hormon Somatotropin, yang memengaruhi jumlah sel untuk merangsang sel otak pada masa pertumbuhan. Berkurangnya hormon ini dapat menyebabkan gigantisme.

Gigantisme adalah kondisi seseorang anak yang kelebihan pertumbuhan, dengan tinggi dan besar  di atas normal. Gigantisme sering juga disebut dengan istilah tumbuh menjadi ‘Raksasa’.  Sebaliknya  jika pertumbuhan anak mengalami pengecilan atau tidak tumbuh seperti anak seusia dia, maka anak bisa saja mengalami kekerdilan atau dwarfisme.  Dwarfisme adalah kondisi kelainan fisik yang menyebabkan tubuh seseorang anak  menjadi pendek, dengan ukuran tinggi badan antara 120-140 cm.

Untuk memantau pertumbuhan anak, Moms bisa lakukan pengukuran anak secara berkala sehingga jika muncul masalah, akan lebih mudah untuk diatasi. Bila pertumbuhan anak tidak berjalan dengan normal, kemungkinan anak mengalami kekurangan hormon pertumbuhan. Moms bisa mendukung pertumbuhan anak dengan memberikan asupan nutrisi yang seimbang setiap hari. Makan yang bergizi dengan porsi seimbang, dapat membantu merangsang sel otak pada masa pertumbuhan anak.

Untuk menambah asupan gizinya, Moms dapat lengkapi dengan memberikan Susu Bubuk INDOMILK agar kebutuhan akan zat-zat penting yang diperlukan oleh anak untuk tumbuh bisa terpenuhi dengan baik.